Senin, 30 April 2012

makalah entomologi


BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar belakang
Kehidupan serangga adalah proses perkembangan atau berubahnya bentuk dan ukuran tubuhnya yang tidak akan kembali lagi ke bentuk semula dengan berbagai kegiatannya. Dimana serangga tersebut melakukan berbagai gerakan, tumbuh, berkembangbiak, peka terhadap lingkungan dan mengadakan proses metabolisme.
Keberadaan serangga sebagai salah satu komponen biotik dalam suatu ekosistem mutlak diperlukan. Keberadaanya dalam ekosistem mengakibatkan berlangsungnya interaksi antara serangga dengan komponen biotik lainnya.
Hewan ini juga merupakan contoh klasik metamorfosis. Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Pergantian tahap bentuk tubuh ini seringkali sangat dramatis. Di dalam tiap tahap juga terjadi proses "pergantian kulit" yang biasa disebut proses pelungsungan. Tahap-tahap ini disebut instar. Ordo-ordo serangga seringkali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya
1.2     Tujuan
1.    Mengetahui siklus hidup serangga.
2.    Mengetahui tahap-tahap metamorphosis pada serangga.






BAB II
PEMBAHASAN
2.1     Pengertian metamorfosis
Metamorphosis berasal dari bahasa Yunani yaitu Greek = meta (diantara, sekitar, setelah), morphe` ( bentuk), osis (bagian dari), jadi Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan atau struktur setelah kelahiran atau penetasan.  Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang secara radikal berbeda. Hewan yang  mengalami metamorfosis cukup banyak, di antaranya adalah katak, kupu-kupu dan serangga (Lianaindonesia, 2008).  Metamorfosis biasanya terjadi pada fase berbeda-beda, dimulai dari larva atau nimfa, kadang-kadang melewati fase pupa, dan berakhir sebagai imago dewasa.
Selama hidupnya, serangga berubah bentuk beberapa kali. Perubahan bentuk ini yang disebut metamorfosa. Ada dua macam metamorfosa, yakni metamorfosa sempurna dan tidak sempurna.
2.2         Jenis – jenis Metamorphosis
a.    Hemimetabola (Metamorfosis tidak sempurna)
Fase spesies yang belum dewasa pada metamorfosis biasanya disebut larva/nimfa. Tapi pada metamorfosis kompleks pada kebanyakan spesies serangga, hanya fase pertama yang disebut larva/nimfa. Pada hemimetabolisme, perkembangan nimfa berlangsung pada fase pertumbuhan berulang dan ekdisis (pergantian kulit), fase ini disebut instar.  Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang tidak sempurna, dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap.  Sayap itu akan muncul hingga pada saat dewasa hewan tersebut. Insecta muda disebut nimfa.  Ringkasan skemanya adalah telur – nimfa (larva) – dewasa (imago).  Contoh Insecta ini adalah belalang, kecoa (periplaneta americana), jangkrik (gryllus sp.), dan walang sangit (leptocorisa acuta).









Tahapan perkembangannya sebagai berikut:
Ø Telur
Telur diletakkan secara beragam, beberapa serangga menyatukan telurnya secara pasif, misalnya pada Plasmida (walkingstick), yang lain menempelkan telur pada substratnya satu-satu atau dalam kelompok.  Jenis-jenis Vrysopidae (Neuroptera) meletakkan telur dengan tungkai yang kaku yang panjang; telur terdapat di ujung tangkai.  Berbagai jenis serangga (belalang lapangan, belalang sembah, lipas) meletakkan telur dalam paket, disebut ooteka atau paket telur; dalam satu paket terdapat banyak telur.  Bahan untuk melekatkan telur atau untuk pembuatan paket berasal dari kelenjar penyerta (accessory glands).
Ø Nimfa
ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit (ekdisis). Tiap tahapan diantara pergantian kulit disebut instar. Tergantung dari spesiesnya, bisa terdapat 8-17 instar. Nimfa bisa memerlukan waktu dari mulai 4 minggu sampai dengan beberapa tahun untuk terus berkembang sampai cukup besar untuk berubah menjadi dewasa.
Ø Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.
b.    Holometabola (metamorfosa sempurna)
Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap menunjukan perubahan wujud yang sanagt berbeda (sempurna). Tahapnya adalah sebagai berikut ; telur – larva – pupa – dewasa.  Larvanya berbentuk ulat tumbuh dan mengalami ekdisis beberapa kali. Setalah itu larva menghasilkan pelindung keras disekuur tubuhnya untuk membentuk pupa. Pupa berkembang menjadi bagian tubuh seperti antena, sayap, kaki, organ reproduksi, dan organ lainnya yang merupakan struktur Insecta dewasa.  Selanjutnya, Insecta dewasa keluar dari pupa. Sementara di dalam pupa, serangga akan mengeluarkan cairan pencernaan, untuk menghancurkan tubuh larva, menyisakan sebagian sel saja. Sebagian sel itu kemudian akan tumbuh menjadi dewasa menggunakan nutrisi dari hancuran tubuh larva. Contoh Insecta ini adalah kupu-kupu, lalat, dan nyamuk.

Lama serangga menghabiskan waktunya pada fase dewasa atau pada fase remajanya tergantung pada spesies serangga itu. Misalnya mayfly yang hanya hidup pada fase dewasa hanya satu hari, dan cicada, yang fase remajanya hidup di bawah tanah selama 13 hingga 17 tahun. Kedua spesies ini melakukan metamorfosis tidak sempurna.
Gambar metamorphosis sempurna terjadi pada kupu-kupu.







Tahapan dari metamorfosis sempurna ini adalah:
Ø Telur
Ø Larva, serangga muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Larva merupakan fase yang aktif makan, sedangkan pupa merupakan bentuk peralihan yang dicirikan dengan terjadinya perombakan dan penyususunan kembali alat-alat tubuh bagian dalam dan luar.
Ø Pupa, atau chrysalis. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan apa-apa. Di dalam pupa, serangga akan mengeluarkan cairan pencernaan, untuk menghancurkan tubuh larva, menyisakan sebagian sel saja. Sebagian sel itu kemudian akan tumbuh menjadi dewasa menggunakan nutrisi dari hancuran tubuh larva. Proses kematian sel disebut histolisis, dan pertumbuhan sel lagi disebut histogenesis.
Ø Imago, fase dewasa atau fase perkembangbiakan.
c.       Tanpa metamorfosis / ametamorfosis (ametabola).
Perubahan struktur tubuh pada serangga ini hampir tidak kelihatan, sehingga seringkali disebut juga tidak mengalami metamorfosis. Contohnya serangga ametabola adalah Collembola, Thysanura dan Diplura. Bentuk pradewasa ametabola disebut  nimfa.



Segera setelah menetas lahir serangga muda yang mirip dengan
      induknya. Kemudian setelah tumbuh membesar dan mengalami
pergantian kulit baru menjadi serangga dewasa tanpa terjadi
perubahan bentuk, hanya mengalami pertambahan besar ukuran saja.

d.       Metamorfosis bertahap (paurometabola)
Perkembangan serangga ini berubah secara bertahap dalam bentuk luarnya dari telur sampai bentuk dewasa. Bentuk pradewasa disebut nimfa, mempunyai kebiasaan serupa dengan yang dewasa. Kelompok serangga ini disebut juga Paurometabola. Contohnya antara lain, kutu (Phthiraptera), kepik (Hemiptera), rayap (Isoptera), belalang (Orthoptera), lipas (Dictyoptera) (Gambar ). Selain itu ada pula serangga yang termasuk di dalam kelompok metamorfosis sederhana tetapi stadium pradewasanya hidup di air, contohnya ialah capung (Odonata). Bentuk pradewasa disebut naiad atau tempayak. Kelompok serangga ini disebut juga Hemimetabola.
Serangga mengalami perubahan bentuk secara bertahap, selama
      siklus hidupnya mengalami tiga stadia pertumbuhan, yaitu stadia
      telur, nimfa, dan imago.













KESIMPULAN
            Metamorfosis adalah suatu proses biologi di mana hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah dilahirkan atau menetas, melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan sel dan differensiasi sel.
Pada serangga terdapat dua macam metamorfosis utama, yaitu hemimetabola dan holometabola.
Hemimetabola: metamorphosis tidak sempurna (capung dan belalang).
Holometabola : metamorphosis sempurna ( kupu-kupu).
Ada juga macam-macam metamorfosis lainnya, seperti :
Tanpa metamorfosis / ametamorfosis (ametabola)
Segera setelah menetas lahir serangga muda yang mirip dengan
induknya. Kemudian setelah tumbuh membesar dan mengalami
pergantian kulit baru menjadi serangga dewasa tanpa terjadi
perubahan bentuk, hanya mengalami pertambahan besar ukuran saja.
                                                   
 Metamorfosis bertahap (paurometabola)
Serangga mengalami perubahan bentuk secara bertahap, selama
siklus hidupnya mengalami tiga stadia pertumbuhan, yaitu stadia
telur, nimfa, dan imago.





DAFTAR PUSTAKA
www.crayonpedia.org/mw/Metamorfosis_7.1
metamorfosis.blogsome.com/
yuksinau.com/proses-metamorfosis-pada-kupu-kupu


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar